Edit Berita
Form Edit Berita
Judul Berita
Isi / Uraian Berita
Yakni, memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi keluarga di seluruh wilayah ibukota. Sehingga IPM mencerminkan kesejahteraan warga. “Peningkatan IPM bukan hanya angka statistik,” ujar Justin, beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, sejumlah tantangan masih terlihat pada akses pendidikan menengah di kawasan padat penduduk. Begitu pula dengan keterbatasan tenaga dan sarana kesehatan di wilayah dengan IPM rendah. Termasuk kesenjangan kesempatan ekonomi keluarga. Komisi E, kata Justin, mendorong Pemprov DKI memperluas Program Sekolah Swasta Gratis, Makanan Bergizi Gratis, serta memperkuat Posyandu dan Puskesmas di kawasan padat dan kepulauan. “Setiap dinas harus punya indikator berbasis wilayah agar intervensinya tepat sasaran,” jelas Justin. Ia menambahkan, Komisi E berkomitmen menjaga momentum peningkatan IPM. Memastikan penggunaan APBD memperluas akses warga terhadap layanan publik. “Keberhasilan pembangunan manusia tidak hanya diukur dari angka, tetapi dari seberapa merata warga bisa hidup sehat, berpendidikan baik, dan punya kesempatan yang sama untuk maju,” terang Justin. Sementara itu, Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin menyampaikan, IPM Jakarta tahun 2025 mencapai nilai 85,05. Kategori sangat tinggi. Tertinggi di Indonesia. ”Menunjukkan perbaikan signifikan dan menjadi bukti peningkatan kualitas hidup masyarakat Jakarta,” ungkap Nurul.
Ditulis Oleh
Ganti Gambar (opsional)
Gambar Saat Ini
Update Berita
Kembali